Minggu, 11 Maret 2012

GAra-gaRa LapTop PacarkOe

Ketika itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 3. Aku masih mengingat masa-masa itu. Masa dimana aku merasakan sebuah pertemanan,persahabatan dan cinta yang sangat indah. Meski aku tak pernah melupakan kewajiban ku sebagai seorang siswa. Aku merasa sangat bahagia memiliki banyak teman dan memiliki sahabat yang sangat peduli dan mengerti aku, serta aku memiliki kekasih yang amat sayang padaku. Aku merasa hidup ku sempurna saat itu. Teman-teman ku sering mengatakan bahwa aku dan kekasih Q sangat kompak dan sering saling membantu dalam pelajaran. Walaupun kami tidak satu jurusan tapi dia sering membantu ku dalam belajar, dia memang banyak memberikan motivasi dan informasi tentang berbagai hal kepada ku. Walaupun kami berbeda kelas dan jurusan namun ada satu hal yang sering membuat kita bersama walaupun tidak setiap saat. Kami mengikuti organisasi yang sama,maklum saja dia memang seorang aktivis. Karna dia juga aku menjadi aktif di organisasi tersebut,tentu saja alasannya karna aku selalu ingin berada didekatnya. Semenjak aku menjalin hubungan dengan kekasih ku,aku sering dijemput dan diantarkan pulang olehnya. Awalnya aku selalu memakai motor sendiri untuk pergi kesekolah tapi setelah ada dia aku jadi jarang untuk membawa motor sendiri. Saat itu kekasih ku dibelikan laptop oleh orang tuanya. Memang dia sangat menginginkan benda itu, sampai-sampai ia rela melakukan mogok sekolah untuk mendapatkan laptop yang ia inginkan. Itulah kekasih ku, dengan sifatnya yang keras tapi aku dapat menerima semua itu. Karna aku telah memasuki kelas 3 dan masa ujian pun sudah mulai dekat, pihak sekolah telah menyelenggarakan jam tambahan untuk mata pelajaran yang akan diujikan dalam ujian nasional nanti. Aku menjadi sering pulang hingga sore hari. Tapi untung saja kekasih ku sangat peduli dengan ku. Dia selalu mengantarkan ku pulang walaupun dia juga sebenarnya sudah sangat lelah. Pada saat itulah kejadian yang membuatku merasakan sakit namun jika mengingatnya aku maupun kekasih ku akan tertawa terbahak-bahak. Ketika itu seperti biasa aku dan kekasih ku melewati jalan yang sangat tak layak untuk dilalui agak dapat sampai di rumah ku. Bukan karna tidak ada jalan lain,tetapi jalan itu adalah jalan tercepat untuk sampai kerumah ku. Padahal kita sering melewati jalan itu malah hampir setiap hari. Saat akan pulang kekasih ku meminta tolong padaku untuk membawakan tas yang berisikan laptopnya. Karna aku memakai rok sehingga saat diboncengnya aku duduk menyamping. Dengan jalan yang sangat rusak membuat posisi duduk ku menjadi tak nyaman dan tas laptop yang cukup berat yang berada di pangkuan ku akan terjatuh. Saat kekasih ku sedang mengendarai motornya,aku bermaksud untuk membenarkan posisi duduk ku dan tas yang hampir terjatuh. Tapi yang terjadi malah aku jatuh tersungkur karna tempat pijakan kaki ku licin sehingga aku terperosok. Kekasih ku yang merasakan aku terjatuh menghentikan laju motornya dan membantu ku untuk berdiri. Aku melihat diwajah kekasih ku rasa cemas terhadap keadaan ku tetapi aku juga tau bahwa ia menahan tawa melihat posisi ku saat terjatuh. Sepanjang perjalanan kerumah,aku masih meringis kesakitan karena ternyata lutut ku terluka. Namun kekasih ku selalu menghibur ku dengan kata-katanya yang lucu dan membuat ku dan kekasih ku tertawa terbahak-bahak hingga setibanya di rumah ku. Dia menyuruh ku untuk segera mengobati luka ku dan beristirahat. Hingga kini jika kita membicarakan kejadian itu,aku merasa seperti orang bodoh tp lucu dan itu membuat ku selalu tertawa. Semua ini gara-gara laptop kekasih ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar