PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING
DALAM MEMBANGUN KARAKTER
PESERTA DIDIK
Keberadaan guru bimbingan konseling disekolah ini dianggap penting dan
memiliki peranan yang penting pula untuk membantu setiap permasalahan yang
dialami peserta didik, serta konselor atau guru bimbingan konseling memilki
tugas untuk mengembangkan aspek psikologis dab social peserta didik.
Indicator rendahnya mutu pendidikan nasional dikarenakan hanya menekankan
pada aspek akademik saja, sementara aspek-aspek lain yang non akademis seperti
nilai-nilai moral, nilai social-emosional belum dilaksanakan secara optimal dan
hasilnya juga masih sangat jauh dari yang diharapkan. Selain pada aspek-aspek
non akademik yang kurang diperdayakan, peran orang tua juga ikut andil untuk
rendahnya mutu pendidikan nasional. Kini orang tua lebih mementingkan pekerjaan
daripada anak-anaknya.
Dengan kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak keluarga inilah maka
muncul permasalahan moral pada diri anak/ remaja saat ini dan permasalahan
moral pelajar itulah yang menjadi masalah besar bagi bangsa. Guru bimbingan
konseling perlu melakukan bimbingan preibadi social untuk membangun karakter
peserta didik. Hal ini dilakukan dengan alas an :
1. Ditinjau dari usia anak
SMP/SMA peserta didik memasuki usia remaja dimana sedang memasuki masa transisi
dan emosional yang labil.
2. Pada level SMP merupakan
level institusi yang secara formal telah memiliki dan menyelenggarakan layanan
bimbingan dan konseling.
1. Pengertian Pendidikan
Karakter
Williams & Schnaps (1999) mendefinisikan pendidikan karakter yaitu merupakan berbagai usaha yang dilakukan
oleh para personil sekolah, bahkan yang dilakukan bersama-sama dengan orang tua
dan anggota masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau
memilki sifat peduli, berpendirian dan bertanggung jawab.
Menurut McBrien & Brandt, (1997). Tujuan dari pendidikan karakter
yaitu membantu siswa agar mampu menjadi lebih positif dan mampu mengarahkan
diri dalam pendidikan dan kehidupan, serta mau untuk bekerja keras dalam
pencapaian tujuan masa depannya. Tujuan tersebut dilakukan dengan mengajarkan
kepada siswa tentang nilai-nilai dasar kemanusiaan seperti kejujuran,
kebaiakan, kedermawanan, keberanian, kebebasan, persamaan, dan rasa hormat atau
kemuliaan.
2. Model
Penyelenggaraan Pendidikan Karakter
Keberhasilan dalam menyelenggarakan dan menanamkan
nilai-nilai kehidupan melalui pendidikan
karakter dapat pula dipengaruhi oleh cara atau pendekatan yang dipergunakan
dalam menyampaikan. Menurut Paul Suparno, dkk. (2002: 42-44) ada empat
model pendekatan penyampaian pendidikan karakter. Pendekatan tersebut adalah:
1)
Model sebagai mata pelajaran tersendiri
Dalam
model pendekatan ini pendidikan karakter dianggap sebagai suatu mata pelajaran
tersendiri. Oleh karenanya pendidikan karakter memiliki kedudukan yang sama dan
diperlakukan sama seperti pelajaran atau bidang studi lain. Konsekuensinya
pendidikan karakter harus dirancangkan dalam jadwal pelajaran secara
terstruktur. Kelebihan dari pendekatan ini antara lain materi yang disampaikan
menjadi lebih terencana matang/terfokus, materi yang telah disampaikan lebih
terukur. Sedangkan kelemahan pendekatan ini adalah sangat tergantung pada
tuntutan kurikulum, kemudian penanaman nilai-nilai tersebut seolah-olah hanya
menjadi tanggung jawab satu orang guru semata, demikian pula dampak yang muncul
pendidikan karakter hanya menyentuh aspek kognitif, tidak menyentuh internalisasi
nilai tersebut.
2)
Model terintegrasi dalam semua bidang studi
Pendekatan yang kedua dalam menyampaikan
pendidikan karakter adalah disampaikan secara terintegrasi dalam setiap bidang
pelajaran, dan oleh karena itu menjadi
tanggunmg jawab semua guru (Washington, et.all, 2008 ).
3)
Model di luar pengajaran.
Pendekatan ini lebih mengutamakan pengolahan dan
penanaman nilai melalui suatu kegiatan untuk dibahas dan kemudian dibahas
nilai-nilai hidupnya.
4)
Model gabungan.
Model
gabungan adalah menggabungkan antara model terintegrasi dan model di
luar pelajaran secara bersama. Kelebihan model ini adalah semua guru terlibat,
di samping itu guru dapat belajar dari pihak luar untuk mengembangkan diri dan
siswa. Siswa menerima informasi tentang nilai-nilai sekaligus juga diperkuat dengan pengalaman melalui
kegiatan-kegiatan yang terencana dengan baik.
3.
Guru Bimbingan Konseling Dalam Kegiatan Pendidikan Karakter
Di dalam rambu-rambu penyelenggaraan bimbingan dan
konseling dalam jalur pendidikan formal
termuat dalam lampiran 3 Standar Kompetensi Guru Bimbingan Konseling (Departemen Pendidikan Nasional, 2007: 261)
dijelaskan bahwa pelayanan ahli bimbingan dan konseling yang diampu oleh Guru
Bimbingan Konseling berada dalam konteks tugas “kawasan pelayanan yang bertujuan
memandirikan siswa (individu) dalam menavigasi perjalanan hidupnya melalui
pengambilan keputusan tentang pendidikan termasuk yang terkait dengan keperluan
untuk memilih, meraih serta mempertahankan karir untuk mewujudkan kehidupan
yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli
kemaslahatan umum melalui pendidikan”.
Sedangkan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan Konseling yang mengampu
pelayanan bimbingan dan konseling selalu digerakkan oleh motif altruistik dalam
arti selalu menggunakan penyikapan yang empatik, menghormati keragaman, serta
mengedepankan kemaslahatan pengguna pelayanannya, dilakukan dengan selalu
mencermati kemungkinan dampak jangka panjang dari tindak pelayanannya itu
terhadap pengguna pelayanan, sehingga pengampu pelayanan profesional itu juga
dinamakan “the reflective practitioner”.
Terkait dengan kegiatan pendidikan karakter di sekolah Guru
Bimbingan Konseling wajib memfasilitasi pengembangan dan penumbuhan karakter
serta tanpa mengabaikan penguasaan hard
skills lebih lanjut yang diperlukan dalam perjalanan hidup serta dalam
mempersiapkan karier ((Departemen Pendidikan Nasional, 2007: 186). Oleh karena
itu Guru Bimbingan Konseling hendaknya merancangkan dalam program kegiatannya
untuk secara aktif berpartisipasi dalam
pengembangan dan penumbuhan karakter pada siswa. Kegiatan tersebut dapat
dilakukan secara mandiri yang terancang dalam program bimbingan dan konseling,
dan juga bersama-sama dengan pendidik lain (guru bidang studi misalnya) yang
terancang dalam program sekolah yang dilakukan secara sinergis dari beberapa
pihak. Berkaitan dengan bentuk kegiatan
tersebut maka layanan yang diberikan oleh Guru Bimbingan Konseling dapat
bersifat preventif, kuratif, dan preseveratif
atau developmental dalam rangka menunaikan fungsi pendidikan dalam
mengembangkan karakter siswa.
4. Materi
pendidikan karakter di dalam layanan bimbingan
Ada
sekitar 10 materi pendidikan karakter
yang sering dipergunakan, antara lain :
1. Perilaku seksual
2. Pengetahuan tentang karakter (Character
knowledge)
3. Pemahaman tentang moral social
4. Ketrampilan pemecahan masalah
5. Kompetensi emosional
6. Hubungan dengan orang lain (Relationships)
7. Perasaan keterikan dengan sekolah (Attachment to
school)
8. Prestasi akademis
9. Kompetensi berkomunikasi.
10.Sikap kepada guru (Attitudes toward
teachers).
1)
Tanggung jawab (Responsibility)
2)
Ketekunan (Perseverance)
3)
Kepedulian (Caring)
4)
Disiplin (Sef-Discipline)
5)
Kewarganegaraan (Citizenship)
|
6)
Kejujuran (Honesty)
7)
Keberanian (Courage)
8)
Keadilan (Fairness)
9)
Rasa hormat (Respect)
10) Integritas (Integrity
|
Sementara itu
Otten (2000) menyatakan bahwa pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam seluruh
masyarakat sekolah sebagai suatu strategi untuk membantu mengingatkan kembali
siswa untuk berhubungan dengan
konflik, menjaga siswa untuk tetap
selalu siaga dalam lingkungan pendidikan, dan menginvestasikan kembali
masyarakat untuk berpartisipasi aktif
sebagai warga negara. Guru Bimbingan Konseling perlu memahami tentang cara menggabungkan pendidikan
karakter dalam program bimbingan dan konseling. Jenis materi yang disarankan
antara lain:
Berdasarkan
penjelasan tersebut maka materi-materi tersebut memang banyak terkait dengan
bidang layanan bimbingan dan konseling, khususnya bimbingan pribadi dan
bimbingan sosial. Oleh karena itu, ketersediaan materi pendidikan karakter bagi
Guru Bimbingan Konseling di Indonesia sangatlah banyak dan luas. Nilai-nilai
esensi moralitas baik sebagai makhluk individu dan atau sebagai makhluk sosial
bagi seorang pelajar merupakan materi pendidikan moral.
5.
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Pendidikan
Karakter di Indonesia
Beberapa pertimbangan bahwa Guru Bimbingan Konseling harus
berperan dalam pendidikan karakter, antara lain:
· Guru Bimbingan
Konseling sebagai pendidik.
Ini adalah tugas dan fungsi dasar
dari setiap pendidik. Seperti dijelaskan di atas, Guru Bimbingan Konseling
merupakan salah satu jenis tenaga pendidik, sementara itu salah satu fungsi
pendidikan nasional adalah mengembangkan watak dan karakter bangsa. Sementara
itu, Guru Bimbingan Konseling adalah merupakan salah satu pendidik yang telah
diakui sebagai tenaga kependidikan. Oleh karena itu, Guru Bimbingan
Konseling sebagai representasi pendidik jelas memiliki rasional yang kuat untuk
menyampaikan pendidikan karakter kepada siswa.
·
Guru Bimbingan Konseling sebagai manajer kegiatan
pendidikan karakter.
Guru Bimbingan Konseling sebagai
manajer bermakna bahwa dirinya harus mampu mengelola seluruh kegiatan yang
telah diprogramkan melalui keterlibatan berbagai pihak untuk pelaksanaan
pendidikan karakter. Guru Bimbingan Konseling harus mampu melibatkan semua
pemangku kepentingan (siswa, guru bidang studi, orang tua, kepala sekolah) di
dalam mensukseskan pelaksanaan programnya.
·
Guru Bimbingan Konseling sebagai Pembimbing.
Sebagai Guru Bimbingan Konseling
dalam pengertian konvensional Guru Bimbingan Konseling melaksanakan kegiatan
konseling. Hal ini mengingat fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat
kuratif. Kenyataan di sekolah, setiap siswa tidaklah steril terhadap berbagai
permasalahan kehidupan. Kemampuan untuk memahami diri, menerima diri, dan
mengarahkan diri memerlukan proses bantuan agar siswa terbiasa untuk mampu
memilih dari berbagai alternatif dengan berbagai konsekuensi sehingga siswa
semakin mandiri.. Kondisi realita para
peserta didik yang demikian mengharuskan Guru Bimbingan Konseling untuk menjadi
sebenar-benarnya pembimbing untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan yang
mungkin timbul pada diri siswa.
·
Guru Bimbingan Konseling sebagai konsultan.
Hampir sama dengan tugas sebagai Guru
Bimbingan Konseling, sebagai konsultan Guru Bimbingan Konseling menerima
konsultasi dari berbagai pihak lain untuk membantu perkembangan siswa.
Pendidikan karakter tidaklah mungkin diselesaikan sendiri oleh salah satu
pihak. Pendidikan karakter memerlukan keterlibatan semua pihak di sekolah
maupun keluarga. Berdasarkan perspektif ini maka semua pihak memiliki peran
yang bersifat saling komplementer. Oleh karena itu, Guru Bimbingan Konseling
sebagai pihak yang memberikan layanan bersifat psiko-pedagogis harus mampu
memberikan layanan yang bersifat konsultatif atas kepentingan berbagai pihak,
mulai dari siswa, guru, orang tua, kepala sekolah, bahkan mungkin sampai dengan
masyarakat.
Berdasarkan rasional tentang
tugas Guru Bimbingan Konseling terkait dengan pendidikan karakter di
Indonesia tersebut, maka ada beberapa
peran Guru Bimbingan Konseling dalam pelaksanaan pendidikan karakter di
Indonesia.
1.
Guru Bimbingan Konseling sekolah harus berperan sebagai
panutan/contoh.
2.
Guru Bimbingan Konseling sebagai perancang
kegiatan
3.
Guru Bimbingan Konseling sebagai healer/problem
solver
4.
Guru Bimbingan Konseling sebagai
konsultan/mediator
bagi bagi lagii dong materinya heheh ..
BalasHapusokkkk
BalasHapusbagus banget isinya,, begitu besar peranan seorang Guru BK. . . :-)
BalasHapusdwie ayu @ seorang guru BK memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seorang siswa. sudah sepantasnya sekarang kita sebagai calon konselor harus memiliki karakter yang mencerminkan jati diri kita sebagai konselor
BalasHapusciptt..
BalasHapusita, aku suka prinsip km (bagus bgt n menarik, jd tertarik dc aku).
ok, makasih... ayo tunjukan untuk menjadi konselor yang profesional
BalasHapustrima kasih yaa nonk infonya....
BalasHapusdgn ini sya jdi tau harus bgaimana untuk mghdpi siswa nnti kelak lo dan ngajar di skul,,, :D :D
bgs bgt infonya, bisa jdiin referensi ntr dah lo dah ngjar di skul , :D
BalasHapus