Sabtu, 28 April 2012

cara mengenal diri sendiri


Siapa mengenal dirinya , dia mengenal tuhannya.
Dalam baba ini penulis ingin mencoba mengajak kita untuk berfikir dan menyadari tentang siapa diri kita sebenarnya, dan bagaimana beranan diri kita untuk mengubah dunia yang kita miliki.
            Tahukah kita, bahwa kita hanya bagian kecil atau titik hitam dalam dunia ini, tetapi kitalah yang mampu merubah dunia ini seperti apa yang kita mau. Jika kita menganggap bahwa kita adalah bagian dari alam maka  kita akan terombang ambing olehnya dan hanya akan mengikuti arus yang ada. Tetapi jika kita mamapu untuk  menggenggam dunia atau berfikir bahwa “dunia ada di tangan saya” maka kita akan  mampu merubah dunia. 
            Sebenarnya jika kita pikirkan bahwa apa yang terjadi pada hari ini sepertinya sama dengan apa yang terjadi kemarin atau hal yang belum pernah kita lakukan sepertinya telah pernah kita lakukan, dalam buku titik ba ini penulis mengutip pendapat dari Eckhart Tolle “ sadarilah secara mendalam bahwa momen saat ini adalah segala yang pernah anda punya”. Proses perubahan pada diri manusia terjadi saat bayi lahir kedunia, saat masih dalam kandungan sang ibu bayi merasa tak ingin keluar dari kenyamanan dan kehangatan perut ibunya namun ketika sudah berada di dunia dan merasakan kenikmatan di dunia ia malah tak ingin mengakhiri hidupnya.
            Seleksi alam membuktikan  bahwa suatu kunci keberhasilan  dalam hidup manusia adalah ketika kita memiliki perencanaan yang matang dan  terkonsep serta menjalankannya sesuai dengan aturan. Ketika kita berjalan menuju suatu tempat tanpa kita pikirkan terlebih dahulu jalan mana yang akan kita lewati dan dengan apa kita akan melewati jalan itu, maka niscaya hanya kegagalan dan kesesatan yang akan kita dapatkan. Dalam buku ini  penulis mengutip pendapat Carl Gustav Jung bahwa “kesadaran adalah segalanya, sebab ia adalah kehidupan itu sendiri”. Karena itu, kita tidak memulai bernalar dari alam semesta, tetapi  dari diri sebagai satu kesatuan yang utuh, dari pusat diri jiwa bergerak keluar, sebagai  bentuk pengembangan dirinya menuju alam fisik.
            Seringkali kita tak sadar  dengan apa yang kita  lakukan dan apa yang ada dalam diri kita. Apa yang kita lakukan setiap hari hanyalah sebuah kenyataan yang harus kita lewati tanpa mengetahui makna yang tersirat dibalik setiap kejadian yang ada. Dalam hidup ini kita kadang tak bersikap apa adanya, suatu realitas akan dikatakan suatu realitas apabila kita mampu berpersepsi dengan suatu hal.
            Hidup yang akan kita jalani adalah sebuah pilihan yang harus kita ambil, bukan sebuah kepasrahan yang harus kita terima. Dalam buku ini dijelaskan bahwa untuk dapat menjadi sesuatu yang kita inginkan  kita harus menempatkan diri kita sesuai dengan  tujuan kita. Contohnya ketika kita ingin mendalami ilmu agama  maka bersekolahlah di sebuah pesantren tetapi apabila kita ingin mendalami ilmu pemerintahan  maka bersekolahlah pada jurusan yang sesuai. Karna pada dasarnya kita akan mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan kita dari apa yang kita pikirkan dan kita pahami disekitar kita.
            Untuk melihat dan menilai sesuatu kerapkali kita hanya melihat dari luarnya saja tanpa tahu isi yang sebenarnya. Ini menandakan bahwa kesadaran yang kita miliki  sangat bergantung dengan apa yang kita lihat pertama kali. Kesadaran memang sangat sulit untuk dibuktikan  dan diteliti, karena kesadaran yang diperlihatkan oleh setiap orang berbeda. Kesadaran kerap kali di identikan dengan kemampuan kita untuk menafsirkan apa yang kita lihat. Kesadaran merupakan hal yang unik dan bersifat subjektif sehingga informasi apapun bersifat asimetris.
            Kita adalah pusat dari jagat raya ini. Dunia membebaskan kita untuk membuat  pilihan, pilihan yang pastinya akan memiliki sebuah konsekuensi  yang harus kita tanggung. Kita adalah pengatur dalam jagat raya ini, akan seperti  apa dunia ini tergantung dengan apa yang kita perbuat. Kita memiliki peran di dunia ini, kita mampu memiliki tindakan-tindakan yang akan kita lakukan, tetapi kita tak dapat memilih dari akibat-akibat yang akan terjadi. Yang Pada dasarnya kita tak dapat menggenggam semua yang ada di dunia dengan aturan-aturan yang kita buat. Biarkanlah setiap makhluk hidup yang lain memilki kesempatan yang sama untuk mengatur kehidupannya. Untuk dapat menanggapi dunia jadilah manusia yang tahu diri agar kita memiliki pilihan yang layak untuk setiap masalah yaitu dengan mengubah apa  yang dapat diubah, menerima apa yang tidak dapat diubah dan memindahkan diri dari hal-hal yang tidak dapat kita trima.
            Untuk dapat mengetahui seberapa besar peran kita di dunia, cobalah kita sadari apakah kita dikendalikan lingkungan atau lingkungan yang kita kendalikan. Kadang kita terlalu egois dalam hidup ini, kita seringkali tak mampu menempatkan diri kita karena dipengaruhi oleh lingkungan hidup. Hanya karena terdesak kebutuhan ekonomi lalu kita melakukan tindakan criminal, tanpa kita sadari bahwa masih banyak lapangan pekerjaan yang tersedia ataupun kita mampu untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri yang bermanfaat tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk orang lain. Kita mampu mengendalikan dunia ini sesuai dengan apa yang kita kehendaki, menjadi seseorang yang memiliki peran besar pada perubahan dunia dan memiliki pengaruh serta kepedulian dalam hidup seseorang atau hanya menjadi penonton pasif pada drama kehidupan di dunia. Semua itu berada pada pilihan hidup kita.
            Dalam perjalanan hidupnya manusia memiliki banyak pengalaman yang ia rasakan, sedih-senang, marah-bersabar, keresahan, kekecewaan, semua itu ada karena sempitnya kita menilai ehidupan. Kita hanya berfikir tentang apa yang terjadi dan kita rasakan sekarang. Kita tidak menyadari dengan penyebab timbulnya apa yang kita rasakan  dan hikmah atau kesempatan apa yang dapat kita ambil dari masalah yang kita hadapi. Dalam buku ini penulis memberikan analisa dari Sigmund freud yaitu, bahwa tingkat kesadaran yang dimiliki oleh seseorang ibarat gunung es, kesadaran hanyalah bagian yang tampak dipermukaan sedangkan bagian terbesarnya tersembunyi dilautan. Dalam pandangannya Frued mengatakan  bahwa kesadaran  manusia terbelenggu oleh kejadian – kejadian dimasa lalunya yang membuatnya  tak menyadari tentang  dirinya sendiri. Seseorang yang sukses bukanlah karna ia mendapatkan kesempatan tetapi ia mampu membuat pilihan yang tepat dalam hidupnya. Ingatlah bahwa manusia memiliki hak untuk bebas, bebas dalam segala hal tentang dirinya sendiri. Tidak ada orang yang mampu menyakiti kita tanpa seijin kita dan kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang kita ambil. Kebahagiaan tidak tercipta dari orang lain maupun benda-benda, semua itu hanya sebuah media semata tetapi yang memilih untuk kita bahagia atau tidak adalah diri kita sendiri. Jangan pernah Tanya “seperti apa aku ini” karena jawaban dari pertanyaan itu adalah dalam diri anda sendiri.
            Dalam kenyataannya manusia kini tak lebih baik dari binatang,manusia yang dikatakan makhluk yang sempurna dan memiliki akal kini sama halnya dengan binatang dan bahkan kadangkala lebh hina. Manusia diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam fisik dan psikologisnya. Pencapaian kesadaran yang terbaik dalam diri kita adalah ketika kita mampu menjadikan pengalaman orang lain sebagai pendongkrak kesadaran kita mengenai kehidupan. Ingat bahwa manusia adalah makhluk bebas, kita memiliki kemampuan untuk menciptakan kesadaran diri dan semangat diri dari imajinasi yang kita bentuk agar kita memiliki semangat untuk melangkah tertuju.
            Kesadaran memberikan kita sebuah kenyataan baru yang kadang kita tak menyangka bahwa seperti kenyataan yang sebenarnya. ketika kita mampu menembus batas-batas pemikiran yang dangkal ke dalam pemikiran yang lebih mendalam maka kita akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan kita secara gamblang dan terbuka. Kekeliruan hawking tentang pendapatnya mengenai black hole memberikan gambaran bahwa manusia secerdas dan sejenius apapun tidak akan luput dari kesalahan. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, melainkan hanya ada manusia yang bijak yang mau mengakui kekeliruannya dan memperbaikinya.
            Kita sering mendengar perbedaan antara otak kiri dan otak kanan , padahal keduanya merupakan hal yang saling terkait dan saling melengkapi. Sebuah hasil pemikiran tidak dapat dikatakan hanya dari hasil otak kanan saja atau otak kiri sja melainkak hasil kolaborasi keduanya. Manusia kerap kali merasa dirinya menjadi sangat menderita ketika ia sedang memiliki masalah yang sebenarnya masalah itu dapar terselesaikan jika kita mampu menyadari dan berfikir luas tentang masalah tersebut. Penyelesaian suatu masalah sangat bergantung dengan cara berfikir kita. Semakin luas pemikiran kita akan suatu masalah maka semakin mudah pula untuk kita menghadapi masalah tersebut. Permudahlah setiap masalah yang ada jangan pernah di persulit.
            Dalam buku ini penulis memaparkan bahwa ketika kita enggan membuka diri dan menerima hal-hal yang benar maka hanya kesesatan  yang akan ia dapatkan. Jangan pernah menganggap suatu hal itu salah hanya karna kita tak memahami akan hal tersebut. Pada dasarnya manusia telah mengenal Tuhannya sejak ia pertama kali hadir dalam dunia ini, namun untuk menemukan dan mempercayai Tuhannya setiap manusi memilki caranya masing-masing.
            Dunia ini hanyalah sebuah mimpi bagi orang-orang yang memiliki kesadaran, hidup ini hanya sesaat dan kehidupan abadi kita adalah setelah kematian. Sering kali orang menyamakan antara tidur dan mati. Tidur merupakan simulasi dari sebuah kematian, kita sebenarnya telah merasakan sebuah kematian, hanya saja ketika kita tertidur Tuhan mengembalikan ruh kita saat kita terbangun sedangkah mati adalah kita Tuhan menahan ruh kita hingga selamanya. Terdapat kontrofersi di kalangan ilmuan, ada yangberpendapat bahwa tidur hanya pemborosan waktu kerja saja namun ada pula yang berpendapat bahwa tidur sangat penting untuk tubuh agar kengembalikan setamina kita saat beraktifitas. Terlepas dari kontrofersi tersebut tidur memang sebuah kebutuhan untuk manusia tetapi berapa lama waktu kita untuk tidur itu terganggantung dari setiap individu itu sendiri. Mimbicarakan masalah tidur kita tak akan terlepas dari yang namanya mimpi, ada yang mengatakan mimpi hanyalah kembang tidur kita, namun pada dasarnya mimpi yang muncul dalam tidur kita adalah sebuah gambaran alam bawah sadar tentang diri kita yang sebenarnya. Walaupun kita tertidur tetapi kita tetap memilki kesadaran yang baik, kesadaran kita akan tetap terjaga. Dalam pendekatan psikoanalisa sering digunakan analisis mimpi untuk menguak masalah yang sedang dihadapi, hal ini menunjukan bhawa sebuah mimpi dapat digunakan untuk menggali rasa traumatic yang dialami oleh seseorang. Di dunia ini banyak hal-hal atau kejadian-kejadian besar yang berasal dari sebuah mimpi. Bahwa mimpi dapat dijadikan sebuah pemecahan masalah ketika kesadaran kita sudah tak amapi lagi untuk berfikir. Dalam buku ini penulis mengatakan bahwa sebenarnya kita sedang tertidur dan bermimpi. Ketika mati, kita terbangun. Sebab kita dapat menyadari dengan gamblang bahwa pengalaman sebelumnya hanyalah sebuah mimpi. Kematian merupakan awal dimulainya realitas yang hakiki, tempat orang bangun dan tak dapat kembali lagi dari tidur panjangnya.
            Dalam buku ini terdapat sub bab pada bab pertama yang berjudul “ saya bertindak dan mebuat perubahan, maka saya ada”. Dalam sub bab ini penulis menjelaskan bahwa ujung dari sebuah keyakinan adalah sebuah tindakan, tanpa tindakan berarti kita tak yakin. Ketika kita meyakini bahwa kita memiliki potensi dan kempuan serta kesempatan untuk merubah dunia ini menjadi lebih baik lagi, jangan pernah ragu untuk melakukan tindakan meskipun kita berbeda pemikiran dari yang lainnya. Jika kita hanya berdiam diri dan bahkan acuh dengan probema yang terjadi maka kita hanya akan menjadi manusia yang sia-sia dan manusia yang demikian jangan pernah berharap akan adanya perubahan dalam hidupnya.
            Sebuah pemikiran yang cerdas sekalipun tanpa adanya sebuah realisasi nyata maka pemikiran tersebut hanya sebuah pemikiran kosong dan bahkan hanya sebuah imajinasi yang hampa. Pengalaman dari mencoba suatu hal adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga yang tak dapat kita dapatkan disekolah bahkan kita tak dapat meminta untuk diajari oleh siapapun hanya diri kita yang dapat mengajrakan kita untuk mengetahui dan merasakan sesuatu. Dalam buku ini penulis mengutip pendapat dari Conrad Hilton (1887-1979), ia mengatakan bahwa “ sukses tampaknya selalu berhubungan dengan tindakan. Orang sukses terus bergerak. Mereka melakukan kesalahan-kesalahan, tetapi mereka tak pernah berhenti”. Sebuah akhir dari pembelajaran adalah penerapannya dalam sebuah tindakan yang nyata. Lebih baik mencoba lalu gagal dari pada tak pernah mencoba sama sekali itu menandakan anda gagal selamanya.
            Manusia adalah makhluk yang cerdas, mereka memiliki kemampuan dalam menyebutkan nama dari sebuah benda dan mampu untuk memfungsikan benda tersebut, hal ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan yang mengajarkan pada adam tentang semua itu lalu adam menurunkannya pada keturunanya. Namun berjalannya waktu kita sebagai keturunan adam memiliki persepsi yang berbeda-beda akan sebuah benda bahkan penyebutannya pun kadang kala berbeda, atau penyebutannya sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Contohnya kata “ pipis” di daerah jawa artinya ingin buang air kecil tetapi jika di bali itu artinya adalah uang. Jadi kesimpulannya adalah kita memiliki persepsi yang berbeda satu sama lain untuk mengartikan suatu symbol meski sama sekalipun.
            Dalam hidupnya manusia ntidak dapat lepas dari manusia yang lainnya. Untuk berkomunikasi dengan orang lain mereka menggunakan sebuah bahasa yang kedua dapat saling memahami apa yang sedang dibicarakan. Dalam buku ini penulis memberikan gambaran mengenai seberapa penting bahasa dalam kehidupan karena dengan bahasa dapat mengartikan sebuah symbol-simbol yang tersurat maupun tersirat dalam kehidupan dan dapat pula menghindarkan dari perselisihan karena kesalah pahaman dalam menginterpretasikan sebuah symbol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar