Sabtu, 28 April 2012

perkembangan kepribadian remaja


Pertumbuhan dan perkembangan kepribadian dan sosial secara umum
1. Perubahan Kepribadian
remaja awal laki-laki dan perempuan telah menyadari sifat-sifat yang baik dan buruk. Penilaian mereka terhadap sifat-sifat itu sesuai dengan teman-teman sebayanya.
Adapun remaja akhir, mereka yang lebih tua juga menyadari apa yang membentuk kepribadian yang menyenangkan. Mereka juga tahu sifat apa saja yang dikagumi teman sejenis dan lawan jenis. Kendati sifat-sifat yang dikagumi itu berbeda dari kelompok sosial, mereka cukup memahami apa yang dikagumi oleh kelompoknya.
2. Berusaha Memperbaiki Kepribadian.
Usaha remaja dalam memperbaiki kepribadian yang bertanggung jawab sangat bergantuk pada banyak faktor.
1)      menentukan ide realistis yang mungkin bisa dicapai.
2)      membuat penilaian yang realistis tentang kekuatan dan kelemahannya.
3)      mempunyai konsep diri yang stabil, karena hal ini akan meningkatkan harga
      dirinya dan meminimalisasi perasaan ketidakmampuannya.
4)  merasa puas dengan apa yang mereka capai dan mau memperbaiki prestasi   pada bidang yang mereka anggap kurang.
3. Proses Penyesuaian Pribadi dan Sosial.
Berbicara tentang penyesuain pribadi dan sosial remaja indonesia, alangkah menarik ditekankan dalam lingkup kelompok teman sebaya. Sebab,kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama pempat remaja belajar untuk hidup bersama orang lain yang bukan anggota keluarganya. Lingkungan teman sebaya merupakan suatu kelompok yang baru, yang memiliki ciri, norma, kebiasan yang jauh berbeda dengan yang ada dalam lingkuangan keluarganya. Di tengah teman sebaya,remaja dituntut memiliki kemampuan pertama dan baru dalam menyesuaikan diri dah bisa menjadi landasan untuk menjalin interaksi sosial yang lebih luas pada masa selanjutnya.

4. Dipengaruhi Kelompok Sebaya.
Tentang pengaruh kelompok sebaya terhadap masa remaja, Horrocks Benimof menegaskan bahwa kelompok sebaya merupakan dunia nyata anak muda yang menyiapkan punggung tempat dia menguji diri sendiri dan orang lain. Dalam kelompok sebaya, dia merumuskan dan memperbaiki konsep dirinya, karena dia dinilai oleh orang yang sejajar dengan dirinya dan yang tidak dapat memaksakan sanksi-sanksi dunia dewasa yang justru ingin dihindarinya. Kelompok sebaya terdiri dari anggota-anggota tertentu dari teman-temannya yang bisa menerimanya dan menjadi tempat ia bergantung. Seiring majunya masa remaja, pengaruh kelompok sebaya pun mulai berkurang. Penyebabnya antara lain :
1)      sejumlah remaja ingin menjadi individu yang mandiri.
2)      remaja tidak berminat lagi pada berbagai kegiatan besar sebagaimana saat masa kanak-kanak. Mereka malah cenderung mengurangi jumlah teman, walaupun mayoritas remaja ingin menjadi anggota kelompok sosial yang lebih besar dalam berbagai aktivitas sosial.
5. Perubahan Dalam Perilaku Sosial
Hubungan heteroseksual merupakan perubahan paling menonjol dalam sikap dan perilaku sosial. Dalam waktu singkat, remaja dapat berubah dari tidak menyukai lawan jenis sebagai teman menjadi lebih menyukai teman lawan jenisnya daripada teman sejenis. Selama tahun sekolah menengah atas, berbagai aktivitas sosial,baik dengan sesama jenis maupun lawan jenis, biasanya akan mencapai puncaknya.
Luasnya kesempatan untuk ikut terlibat dalam berbagai aktivitas sosial menyebabkan wawasan sosial remaja semakin baik. Kini mereka mulai bisa menilai teman-temannya secara lebih baik, konflik semakin berkurang dan penyesuaian diri dalam situasi sosial semakin baik.
Semakin sering terlibat dalam berbagai aktivitas sosial,seperti olahraga dan kesenian atau perilaku sosial, kompetensi sosial remaja pun semakin meningkat dan kepercayaan dirinya pun semakin baik, sebagaimana terlihat dalam ketenangan dan keseimbangan sikapnya diberbagai situasi.
Perlu juga dicatat bahwa remaja sering bersikap menduga-duga dan pilih-pilih. Kedua sikap ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat remaja berada dan oleh sikap dan perilaku teman-teman baiknya. Buktinya, berbeda dari masa kanak-kanak, remaja sering memilih-milih teman baiknya, atas dasar kesamaan masa lalunya, baik kesamaan latar belakang sosial, agama atau sosial ekonominya. Akibatnya, remaja cenderung mengabaikan teman-teman yang menurut dugaannya dianggap kurang cocok, tanpa mau mengungkapkan perasaannya.
6. Pengelompokan sosial baru
sejumlah ahli psikologi sepakat bahwa selama masa remaja terbentuk berbagai kelompok yaitu :
  1. Sahabat Karib, merupakan kelompok masa remaja yang memiliki ikatan persahabatan yang sangat kuat. Biasanya beranggotakan 2-3 remaja dengan jenis kelamin, minat, kemampuan dan kemauan yang sama. Kesamaan ini menjadikan mereka sangat akrab. Meskipun kadang-kadang terjadi perselisihan, dengan mudah dapat mereka lupakan.
  2. Kelompok Sahabat, biasanya terdiri dari 4-5 remaja yang memiliki minat, kemampuan, kemauan dan jenis kelamin yang sama. Biasanya kelompok sahabat ini timbul dari penyatuan dua pasang sahabat karib saat tahun-tahun pertama masa remaja awal. Pada pertengahan dan akhir remaja awal, terjadi kelompok sahabat dengan anggota yang berlainan. Dalam kelompok sahabat inilah,remaja banyak melakukan berbagai aktivitas secara bersama-sama, menonton, rekreasi, pesta, saling menelpon, dsb. Dalam semua aktivitas itu para remaja ini banyak menghabiskan waktu sehingga konflik dengan orang tua seringkali tidak bisa dihindari.
  3. Kelompok Banyak Remaja, biasanya terdiri dari banyak remaja dari berbagai jenis kelamin, kemampuan, minat dan kemauan. Saking besarnya kelompok ini, jarak emosi antar anggota agak renggang. Namun demikian, kelompok ini juga ada kesamaannya yaitu rasa takut diabaikan atau tidak diterima oleh anggota kelompoknya.
  4. Kelompok yang Terorganisasi, kelompok ini sengaja dibentuk dan dinrganisasikan oleh orang dewasa melalui lembaga-lembaga khusus, seperti sekolah dan lembaga keagamaan.
  5. Kelompok Geng, kelompok ini terbentuk dengan sendirinya yang biasanya merupakan akibat pelarian dari empat jenis kelompok diatas tersebut. Para remaja yang tidak puas itu lalu melarikan diri dan membentuk kelompok rendiri yang dikenal dengan geng. Mayoritas remaja dari geng ini banyak menghabiskan waktu untuk menganggur dan terkadang mengganggu remaja lain dalam kelompok tersebut karena balas dendam yang kurang disadarinya.
7. Nilai Baru Dalam Memilih Teman
Tentang keinginan remaja, joseph menunjukan bahwa mayoritas remaja menghendaki seseorang yang dapat dipercaya yang bisa diajak bicara dan yang bisa diandalkan. Sebab, teman selama masa kanak-kanak belum tentu menjadi teman pada masa remaja, akibat terjadinya perubahan nilai. Remaja memilih teman-teman tanpa campur tangan orang dewasa karena dia sudah mengerti apa saja yang diharapkan dari mereka. Hal ini sering menimbulkan dua akibat yaitu :
1)      terjadinya perselisihan akibat kurangnya pengalaman,terutama dengan lawan jenis dalam memilih teman yang kurang cocok dan jauh dari harapan.
2)      remaja cenderung tidak realistis dengan standar yang ditetapkannya bagi teman-temannya. Manfaat persahabatan pada masa remaja itu yaitu saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan mengisi waktu luang. Di samping itu, remaja merasa dihargai dan dibutuhkan sehingga merasakan adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya.
8. Nilai Baru Dalam Penerimaan Sosial
penerimaan teman sebaya ditimbulkan oleh beberapa faktor yang bersifat pribadi antara lain :
  • penampilan dan tingkah laku yang atau paling tidak rapi serta aktif dalam urusan-urusan kelompok.
  • Kemampuan berpikir yang mencakup inisiatif, banyak memikirkan kepentingan kelompok dan menyampaikan pikiran.
  • sikap,sifat dan perasaan yang mencakup sikap yang sopan, memerhatikan orang lain,sabar atau dapat menahan marah bila menghadapi hal yang tidak menyenangkan, suka berbagai ilmu dengan orang lain, khususnya terhadap anggota kelompok.
  • jujur, bertanggung jawab dan suka bekerja, menaati peraturan kelompok, bisa menyesuaikan diri secara tepat dalam berbagai pergaulan sosial.
  • aspek lain yang mencakup pemurah, suka bekerja sama dan menolong anggota kelompok.
Faktor-faktor yang menyebabkan seorang remaja ditolak antara lain :
  • penampilan dan tingkah laku seperti sering menantang, malu-malu dan suka menyendiri.
  •  kemampuan berpikir yang kurang.
  •  suka melanggar norma dan nilai-nilai kelompok, menguasai anak lain, curiga dan mementingkan kemauan sendiri.
  •  rumah yang terlalu jauh dari tempat teman sekelompok.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN SOSIAL REMAJA AWAL.
Gardon W. Allport mendefinisikan pribadi sebagai organisme yang dinamis dalam sistem fisik psikis yang menentukan keunikan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Pribadi dikatakan dinamis karena pribadi itu memang berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan dalam segala aspeknya, baik biologis, psikologis maupun sosiologis. Bahkan, para ahli sepakat bahwa sifat pribadi itu tidak pernah statis. Dan dikatakan unik karena kepribadian itu sendiri merupakan bentukan dari faktor internal, seperti pembawaan yang melekat pada organismd dan citra diri dan faktor eksternal, seperti pengaruh lingkungan, khususnya lingkungan sosial. Karena kualitas dan kuantitas kedua faktor yang mempengaruhi ini berbeda-beda, kepribadian seseorang pun termasuk remaja awal menjadi unik.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN SOSIAL REMAJA AKHIR.
E. L. Kelly berpendapat bahwa sepanjang masa remaja, setiap remaja berusaha mempersiapkan untuk memasuki masa dewasa. Kondisi pribadi, sosial dan moral remaja akhir berada dalam periode kritis. Perkembangan pribadi dan sosial remaja akhir yang mulai mantap akan menjadi landasan hidupnya pada masa dewasa, terutama dalam menilai diri dan lingkungan sosialnya.
Sebagaimana halnya remaja awal, kepribadian remaja akhir juga dipengaruhi oleh faktor internal, terutama citra diri dan rasa percaya diri dan faktor eksternal,terutama lingkungan sosial.
Kedua faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian remaja akhir dapat dijabarkan berikut:
  • penampilan yang komprehensif, baik fisik maupun psikis,yang membuat remaja memiliki citra diri dan percaya diri yang tinggi.
  • nama atau panggilan yang sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri. Tidak sedikit remaja akhir yang mengganti nama aslinya atau menggunakan nama panggilan baru yang sesuai dengan kondisi teman-temannya.
  • teman sebaya yang sangat berpengaruh terhadap citra diri dan adanya penilaian diri yang positif atau negatif. Citra diri dan penilaian diri yang positif diperkuat oleh adanya penerimaan teman sebayanya dan keikutsertaannya dengan mereka, sedangkan citra diri dan penilaian diri yang negatif diperlemah oleh adanya penolakan dari mereka.
  •  kondisi keluarga, sikap mendidik orang tua, pergaulan dan bentuk interaksi anggota keluarga yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi, citra diri yang sehat,dan adanya rasa percaya diri pada remaja.

UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KEPRIBADIAN DAN SOSIAL REMAJA.
Hoffman, mengajukan tiga pola untuk menumbuhkembangkan potensi interaksi sosial remaja,yaitu :
  1. induction (pola asuh bina kasih) yaitu pola asuh yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lainnya dalam mendidik anak dan remaja melalui pemberian penjelasan yang rasional terhadap segala sikap dan keputusan yang akan diterapkan terhadapnya.
  2.  Power assertion (pola asuh unjuk kuasa) yaitu pola asuh yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lainnya dalam mendidik anak dan remaja melalui pemaksaan kehendak, sekalipun anak kurang bisa menerimanya.
  3.  Love withdrawal (pola asuh lepas kasih) yaitu pola asuh yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lainnya dalam mendidik anak dan remaja melalui penarikan atau pengurangan kasih sayangnya bila anak tersebut tidak mematuhi kehendaknya, kemudian memberikannya kembali ketika anak sudah mematuhinya.
Dengan menerapkan ketiga pola itu secara tetap dalam arti disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang, diharapkan remaja belajar bagaimana seharusnya bersikap yang benar dalam menghadapi orang lain, apa yang membuat orang laing senang dan tidak senang, dan apa konsekuensi yang diterimanya bila perilakunya tidak sesuai dengan harapan dan tuntutan orang lain. Dari proses belajar itu, lambat laun interaksi sosial remaja akan semakin baik.

3 komentar:

  1. isinya sangat bermanfaat. . . :-)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. makasih buat komentnya.. aku akan beusaha untuk selalu menyuguhkan informasi yang lebih bermanfaat lagi...

      Hapus